Mengenal Ladoum, Domba Raksasa yang Harganya Capai Rp1 Miliar

Ilustrasi Domba Ladoum. (Facebook/Biggest Bulls Of The World)

Editor: Dera - Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Di Senegal, Domba Ladoum dikenal sebagai salah satu ternak bernilai tinggi. Bagi peternak di Afrika, hewan berjuluk Raja Domba tak hanya mahal tapi juga menjadi simbol prestise dan status sosial karena harganya bisa mencapai $85.000 atau lebih Rp1,2 miliar.

Berasal dari campuran ras 'Touabire' Mauritania dan 'Bali-bali' Mali, Ladoum pertama kali dibiakkan di luar ibu kota Senegal, Dakar pada awal 1970-an.

Ladoum sangat populer di negara Afrika Barat, di mana hanya keluarga kaya yang bisa memeliharanya, lantaran peternak harus menghabiskan banyak uang untuk memiliki spesimen ini. Bagi waega Senegal, mempunyai domba ini adalah sebuah impian.

Untuk memahami betapa dihormatinya Ladoum, sekitar 40 persen penduduk di Arfika hidup dengan pendapatan $1,90 per hari, beberapa orang rela menghabiskan puluhan ribu dolar untuk membeli seekor domba Ladoum.

Simbol Status Sosial

Secara fisik kualitas domba ini memang berbeda dengan domba pada umumnya. Mereka adalah raksasa dari spesies mereka, dan bisa mencapai ketinggian 1,2 meter di bahu dan berat 385 lbs (175 kg). Memiliki bulu halus dan panjang, domba ini punya tanduk melengkung, dan rasa daging yang lezat.

Sebagian besar orang Senegal menganggap mereka cantik, bahkan agung, jadi mereka menonton kontes kecantikan domba Ladoum di TV dan mengikuti peternak populer di media sosial hanya untuk mengagumi kawanan domba mereka.

“Di atas segalanya di Senegal, kami menyukai binatang buas yang indah. Ladoum itu besar dan indah. Kelangkaan jenis ini yang membuatnya sangat mahal dan menguntungkan. Trah ini langka dan sangat berharga, dan apa pun yang langka di dunia itu mahal," kata peternak top Abou Kane.

Meskipun Ladoum telah ada selama sekitar setengah abad, peternak baru mulai memurnikan breed ini selama 20 tahun terakhir, menonjolkan proporsi dan keindahan fisiknya. Pekerjaan mereka terbayar, karena Ladoum sekarang dianggap lebih dari sekadar domba. Ini adalah simbol status, yang diakui semua orang lebih penting daripada mobil, rumah, atau pakaian mahal.

“Memiliki Ladoum membedakan Anda dari orang lain,” kata chef Fatou Sen kepada Quartz Africa. “Ketika anak-anak saya melihat seseorang dengan domba besar, mereka tahu bahwa ini adalah orang yang sangat penting. Ladoum adalah untuk para bintang, bukan orang biasa," jelasnya, seperti dilansir Oddity Central.

Pemain bola basket NBA Gorgui Dieng dikenal memiliki kawanan Ladoum, seperti halnya Yékini, pegulat Senegal terhebat sepanjang masa. Di sisi lain, orang miskin Senegal hanya bisa bermimpi memiliki raja domba ini.

95% populasi Senegal adalah Muslim, dan tradisi mengorbankan domba untuk Idul Fitri adalah masalah yang sangat besar, yang telah berkontribusi pada popularitas Ladoum. Keluarga besar dapat mengorbankan lebih dari 10 domba untuk merayakan Idul Fitri, dan menjadikan mereka sebagai Ladoum yang berharga dianggap penting.

“Ketika kita mengorbankan sesuatu untuk Tuhan, kita harus mengorbankan sesuatu yang kita cintai,” ungjap Abou Kane.

Baca Juga: Mengenal Ladoum, Domba Raksasa yang Harganya Capai Rp1 Miliar
Mengenal Domba Garut, Hewan Ternak Populer Asli Indonesia



Konon, domba Ladoum paling mahal adalah yang memiliki kualitas fisik terbaik, tidak pernah dikorbankan. Mereka malah dimanjakan dan diperdagangkan untuk tujuan berkembang biak.

Tahun ini, harga domba Ladoum melampaui $85.000, dan meskipun ada spesimen scrawnier seharga $3.000, jenis ini jelas terlalu mahal bagi sebagian besar orang Senegal yang harus puas mengagumi domba dari kejauhan.

Video Terkait