Antisipasi PMK, Kementan Kirim 60 Ribu Dosis Vaksin ke Daerah Ini

Dokter hewan Dinas Pertanian dan Perikanan menyiapkan dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi ternak di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2022). Vaksinasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah PMK sapi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengirimkan vaksin untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 60 ribu dosis.

"Jika tidak ada aral, 60 ribu dosis vaksin PMK akan datang pada Rabu (10/8) untuk percepat vaksinasi," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di Semarang, Selasa (9/8/2022).

Ia menyebut capaian vaksinasi cegah PMK tahap pertama di Jatenh sudah lebih dari 99 persen dari total target. Untuk mempercepat realisasi vaksinasi cegah PMK tahap pertama dan kedua, lanjut dia, Pemprov Jateng bersinergi dengan berbagai pihak termasuk TNI/Polri.

"Ini karena, tantangan vaksinasi PMK cukup besar karena vaksinator perlu mendatangi tempat hewan yang akan disuntik vaksin," ujarnya usai membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor untuk Pengendalian PMK.

Pelibatan TNI/Polri dalam pelaksanaan vaksinasi cegah PMK dilakukan karena jangkauan personel babinsa dan bhabinkamtibmas yang luas.

"Kami bersinergi dengan semua pihak termasuk dukungan TNI/Polri. Ada teman-teman babinsa dan bhabinkamtibmas yang menguasai wilayah sehingga dengan hal itu kami tindak lanjuti lebih cepat, karena mereka informasi sosialisasi dan ketika ada kejadian tahu lebih dulu," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng Agus Wariyanto menambahkan pelibatan babinsa dan bhabinkamtibmas menjadi bagian dari upaya sinergi dan percepatan vaksinasi untuk mencegah PMK

"Sesuai aturan, di lapangan (pemegang kendali, red) tetap dokter hewan dan medis, namun kalau vaksinasi hewan itukan tidak cukup satu orang perlu ada yang handling, kemudian mengamankan ternak juga dan ada yang menyuntikkan," ujarnya.

Menurutnya, tren penyebaran PMK di Jateng mulai menunjukkan penurunan, bahkan penularan per hari berkisar 200 kasus.

Adapun, jumlah vaksinasi dosis pertama telah mencapai kisaran 135 ribu hewan ternak.

"Di Jateng vaksinasi sudah 134 ribu-135 ribu ekor atau sekitar 99,5 persen. Itu hal yang akseleratif. Sementara, suspek PMK sekitar 56 ribu dalam kurun tiga bulan. Penambahan kasus 200 ekor per hari rata-rata, pernah dulu sampai 1.400 ekor per hari. Dengan adanya vaksinasi, penularan turun,"pungkasnya.



Baca Juga: Antisipasi PMK, Kementan Kirim 60 Ribu Dosis Vaksin ke Daerah Ini
Vaksin PMK Lokal Hadir pada Agustus