India Hadapi Wabah Lumpy Skin Disease yang Menyerang Hewan Ternak

Ilustrasi sapi. (Foto Pixabay)

Editor: Putri - Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:15 WIB

Sariagri - Ribuan pemilik sapi di India melaporkan hewan ternak miliknya mengalami penyakit lumpy skin disease (LSD) atau kulit berbenjol. Negara bagian India yang melaporkan wabah tersebut adalah Gujarat, Rajasthan, Punjab dan Himachal Prades.

Mengutip BBC, Selasa (9/8/2022), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menggambarkannya penyakit tersebut sebagai "penyakit cacar yang ditularkan melalui vektor" yang ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil pada hewan ternak.

Infeksi ini disebabkan oleh virus Capripox, yang secara genetik mirip dengan virus penyebab cacar kambing dan cacar domba. Penyakit ini disebut sebagai ancaman baru bagi ternak di seluruh dunia.

Para ahli mengatakan kemungkinan virus ini lebih menular pada sapi daripada kerbau. Penyakit ini endemik di banyak negara Afrika dan menyebar ke bagian lain dunia selama bertahun-tahun.

Menurut laporan FAO, penyakit ini pertama kali muncul di Asia Selatan pada Juli 2019, dengan Bangladesh melaporkan wabah. Sebulan kemudian, penyakit ini ditemukan di India dan Cina. Virus disebarkan oleh beberapa spesies nyamuk, kutu dan serangga penghisap darah lainnya.

"Penyakit ini menyebabkan benjolan di tubuh hewan dan ketika lalat dan nyamuk hinggap di atasnya, mereka memindahkan virus ke hewan sehat lainnya," kata Dr Ravi Israni, seorang pejabat senior dokter hewan di negara bagian Rajasthan.

Dia menambahkan bahwa wabah penyakit kulit lumpy ini mungkin memburuk karena hujan lebat. Tanda-tanda hewan ternak terserang penyakit ini adalah demam dan mandul.

Selain itu, penyakit ini menyebabkan menurunnya produksi susu. Hal tersebut menjadi pukulan bagi banyak rumah tangga pedesaan, yang bergantung pada penjualan susu untuk memenuhi kebutuhan.

"Angka kematian penyakit ini adalah 1-5 persen," kata Anil Virani, yang bekerja di departemen peternakan di Gujarat.

Lebih dari 2.600 sapi di Gujarat sejauh mati karena penyakit itu. Tetapi laporan lapangan menunjukkan jumlah hewan ternak bisa lebih tinggi. Hampir 6.000 hewan dilaporkan mati di negara bagian Rajasthan.

Baca Juga: India Hadapi Wabah Lumpy Skin Disease yang Menyerang Hewan Ternak
Puluhan Sapi di Pasangkayu Sulbar Mati Diduga Terserang Virus Jembrana

Seorang penduduk desa di distrik Kutch, Gujarat, yang merupakan salah satu yang paling parah terkena dampak, mengatakan bahwa hampir 30-40 sapi mati setiap hari.

"Kami mengetahui bahwa vaksin cacar kambing bekerja melawan penyakit ini dan membutuhkan waktu 15-20 hari untuk efektif," tukas Virani.

Video Terkait