Malaysia Pertimbangkan Cabut Larangan Ekspor Ayam per 31 Agustus

Ilustrasi - Peternakan ayam. (Pixabay/Xuân Tuấn Anh Đặng)

Editor: Putri - Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Larangan ekspor ayam Malaysia diperkirakan akan berakhir pada 31 Agustus 2022, sebagaimana dijelaskan Menteri Pertanian dan Industri Makanan Ronald Kiandee kepada parlemen pada Kamis 4 Agustus 2022.

Malaysia, yang memasok ayam hidup terutama ke negara tetangga Singapura dan Thailand, pada Juni lalu menghentikan ekspor hingga produksi dan harga stabil. Langkah itu dilakukan setelah Malaysia mengalami kekurangan pasokan pakan yang diperburuk oleh perang Rusia-Ukraina yang mengganggu produksi.

Baca Juga: Kelebihan Stok Ayam, Pemerintah Malaysia Akan Tinjau Izin Ekspor
Badan Pangan Singapura Pilih Indonesia untuk Impor Daging Ayam Beku
Mengutip Straits Times, Jumat (5/8/2022), Menteri Kiandee sebelumnya mengatakan keputusan larangan ekspor akan ditinjau setelah langkah-langkah stabilisasi berakhir pada 31 Agustus. Pada 1 Agustus 2022, ia mengatakan Malaysia saat ini kelebihan pasokan ayam.

Dia menambahkan, harga ayam lokal yang mulai terkendali dan masalah pasokan serta inflasi industri yang telah diselesaikan, membuka kemungkinan Malaysia mencabut larangan ekspornya.

Anggota parlemen oposisi Wong Shu Qi mengkritik larangan ekspor tersebut. Ia menyebut kebijakan itu memaksa negara yang mengimpor ayam Malaysia untuk membeli ayam dari negara lain.

Menanggapi kritik tersebut, Kiandee mengatakan bahwa larangan ekspor itu bersifat sementara dan langkah-langkah proteksionis serupa juga diambil oleh negara-negara lain yang menghadapi kekurangan pangan.

"Bila kondisi stabil – tidak hanya oversupply di beberapa lokasi, tapi di seluruh Malaysia – tentunya pemerintah akan mengambil keputusan untuk mengizinkan ekspor," kata Menteri Kiandee. 

Sebelum ada larangan, Malaysia mengekspor 3,6 juta ayam per bulan dan menjadi sumber ayam impor terbesar kedua di Singapura setelah Brasil. Malaysia memasok sekitar sepertiga ayam Singapura, yang berarti hampir 73.000 ton per tahun.

Malaysia kemudian mencabut sebagian larangan ekspor menyusul keputusan Kabinet pada 8 Juni, yang mengizinkan ekspor ayam kampung hidup dan ayam hitam ke Singapura. Larangan ekspor memaksa Singapura melakukan diversifikasi sumber pangan dan mengimpor ayam dari negara tetangga lainnya seperti Indonesia dan Thailand.

Pada 13 Juli, Indonesia mulai mengirimkan ayam beku ke Singapura, dengan pengiriman pertama sebanyak 50.000 kg ayam beku senilai Rp2 miliar. Pengiriman tersebut dilakukan setelah Badan Pangan Singapura (SFA) menyetujui Indonesia sebagai sumber baru daging ayam beku, dingin, dan olahan.

Baca Juga: Malaysia Pertimbangkan Cabut Larangan Ekspor Ayam per 31 Agustus
Kelebihan Stok Ayam, Pemerintah Malaysia Akan Tinjau Izin Ekspor



Indonesia bahkan memiliki rencana untuk membangun dan menjalankan peternakan baru di Batam guna memasok ayam segar ke Singapura, jika ada permintaan yang jelas selama tahun depan.

Suryo Pratomo, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, pada 21 Juli mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan beberapa produsen di Indonesia yang ingin mendirikan peternakan.

Mereka berharap ada kepastian kelanjutan permintaan dari Singapura pada tahun depan sehingga dapat menentukan apakah harus mendirikan peternakan.

Video Terkait