Kabar Baik! Wabah PMK Berkurang di Beberapa Provinsi

Polisi blusukan ke peternakan guna cegah PMK. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 4 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Pemerintah melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memberikan update data terkait peta sebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementan melalui situs siagapmkm.id, Kamis (4/8/2022) terlihat bahwa saat ini provinsi yang tertular sudah mulai berkurang.

Di mana dari sebelumnya 22 provinsi, saat ini hanya tinggi 18 yang masih terwabah. Selian itu Kementan juga mencatat terdapat 5 Provinsi, 64 Kabupaten/Kota, 1.825 Kecamatan dan 4.190 desa sudah dinyatakan bebas tambahan kasus atau zero case.

Berkurangnya provinsi maupun kota yang mulai pulih itu juga tidak luput dari percepatan vaksinasi yang saat ini dilakukan. Tercatat jumlah hewan ternak yang sudah mendapatkan vaksin PMK sebanyak 1.028.356 ekor.

Berdasarkan Siagapmkm, saat ini masih terdapat 163.212 ekor hewan ternak yang belum sembuh dari PMK. Adapun hewan yang mati dan dilakukan pemotongan bersyarat sebanyak 4.863 dan 7.730 ekor.

Baca Juga: Kabar Baik! Wabah PMK Berkurang di Beberapa Provinsi
Ombudsman: Wabah Meluas, Pemerintah Mesti Umumkan Kondisi Darurat PMK

Direktur Jendral PKH Kementan Nasrullah mengatakan pemerintah bakal melakukan ganti rugi terhadap hewan yang dilakukan pemotongan bersyarat maupun pemusnahan dalam penanganan wabah PMK.

Bahkan besarannya pun sudah ditentukan melalui SK Dirjen PKH Pertanian nomor 08048/KPTS/PK.300/F/07/2022, yang membagi kedalam 3 klasifikasi pemberian bantuan, Sapi/kerbau sebesar Rp10 juta, Domba/Kambing Rp1.500.000, dan Babi Rp2.000.000.

Video Terkait