Kecocokan Genetik pada Sapi Bisa Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 13 Persen

Ilustrasi Hewan Ternak. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Kamis, 4 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Sariagri - Peternakan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca cukup besar. Namun belum lama ini, sebuah penelitian di Irlandia menemukan bahwa gas rumah kaca di peternakan dapat dikurangi lebih dari seperdelapan atau sekitar 13 persen jika ada peningkatan dan kecocokan genetik yang lebih baik pada sapi.

Mengutip The National News, Kamis (4/8/2022), dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 4.000 sapi itu disebutkan, peningkatan genetika dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, termasuk pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 13 persen.

Selama ini, petani berada di bawah tekanan untuk menurunkan jejak CO2 industri ketika dunia mencoba untuk beralih ke ekonomi bersih dalam beberapa dekade mendatang. Di Irlandia, pemerintah baru-baru ini menuntut pengurangan emisi hingga 25 persen pada 2030, yang menyebabkan keresahan di antara beberapa petani.

Namun, penelitian ini menawarkan harapan bahwa target emisi di sektor ini dapat dicapai. Anglo Beef Processors (ABP) melakukan penelitian selama enam tahun terhadap bobot dan umur pejantan melalui indeks pembiakan sapi di databasenya.

Sapi dengan kecocokan genetik yang lebih besar mengonsumsi pakan lebih sedikit dan tumbuh lebih cepat. Artinya, mereka dapat disembelih lebih cepat dan dengan demikian menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah.

“Peningkatan genetika memungkinkan hewan untuk tumbuh lebih cepat melalui konversi pakan yang lebih baik dan sebagai hasilnya mereka siap untuk pasar pada usia yang lebih muda, mengurangi emisi secara signifikan,” kata pihak ABP. 

“Temuan ini berpotensi memainkan peran penting dalam membantu sektor pertanian Irlandia mencapai target yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Iklim dan berlaku di berbagai sistem produksi daging sapi," tambahnya.

Baca Juga: Kecocokan Genetik pada Sapi Bisa Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 13 Persen
Targetkan Pengurangan Gas Metana, Deptan AS Benahi Sektor Peternakan



Data yang digunakan oleh penelitian ini juga membantu petani memilih anak sapi yang lebih menguntungkan, yang bisa dijual hingga 200 Euro atau sekitar Rp3 juta lebih tinggi di pasar.

“Penting untuk dicatat bahwa tidak ada biaya tambahan bagi petani ketika mereka memilih pejantan dengan sifat genetik yang baik,” kata ABP.

Petani di seluruh Eropa telah diberitahu bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi jejak karbon di sektor pertanian. Di mana pertanian menyumbang sekitar 10 persen dari emisi karbon Inggris.

Video Terkait