Tekan Harga Pakan Ayam, Apeksi Usul Kemendag Libatkan Akademisi

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya saat bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Istimewa)

Editor: M Kautsar - Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (1/8/2022).

Dalam pertemuan tersebut Bima Arya didampingi oleh pengurus APEKSI lainnya, seperti Arief Wismansyah (Wali Kota Tangerang), Hendri Septa (Wali Kota Padang), Abdullah Abu Bakar (Wali Kota Kediri) dan Alwis Rustam (Direktur Eksekutif Apeksi).

Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari minyak goreng, harga pakan ternak yang naik sehingga memicu kenaikan harga komoditas daging-dagingan. Selain itu, dibahas juga agenda Rakernas Apeksi dan Indonesia City Expo di Kota Padang, 7-10 Agustus 2022.

Terkait minyak goreng, Bima Arya menyebut bahwa kondisi di lapangan harga minyak goreng berangsur-angsur normal. Namun, tetap diperlukan kontrol pemerintah pusat dari hulu sampai hilir. 

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pak Menteri atas ikhtiarnya bersama jajaran kementerian untuk memastikan harga stabil dan itu sudah terasa di lapangan. Pak Menteri menjelaskan juga faktor beberapa komoditas yang masih naik dan kami memahami itu," ujar  Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor ini.

Salah satu komoditi yang masih fluktuatif harganya adalah daging ayam. "Salah satu alasan peternak adalah harga pakan ternak mengalami kenaikan karena impor. Kami mengusulkan agar Kemendag melibatkan balai-balai penelitian dan kampus-kampus untuk produksi pakan ternak yang murah tetapi berkualitas bagi peternak," jelas Bima.

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai regulasi bagi retail modern atau minimarket yang tumbuh tanpa mematikan warung kecil.

"Tadi Pak Menteri sampaikan itu dan kita sambut baik. Jadi, minimarket yang ada di kota-kota yang jumlahnya menjamur ini harus dipastikan keberadaannya tidak membunuh, tidak mematikan, tidak merugikan warung-warung kecil. Itu semangatnya," katanya.

"Kami akan berkoordinasi melakukan pendataan, mengusulkan regulasi yang detail agar atensi diberikan. Diberikan seperti apa, komoditasnya dari mana, harganya berapa, kewajibannya apa saja itu nanti akan kita matangkan bersama," tambah Bima.

Baca Juga: Tekan Harga Pakan Ayam, Apeksi Usul Kemendag Libatkan Akademisi
Jika Harga Jagung untuk Pakan Masih Naik, Peternak: Istana Mau Dikepung Telur dan Ayam

Terakhir, Bima Arya menyebut bahwa Zulhas bersedia hadir dalam rangkaian kegiatan Rakernas Apeksi di Kota Padang yang akan fokus terhadap kebangkitan ekonomi dan kolaborasi dengan anak-anak muda di seluruh Indonesia.

"Kami mengundang Pak Menteri yang akan dihadiri 98 wali kota dan beberapa menteri. Dan Pak Menteri bahkan akan menghadiri Youth City Changer (YCC) yang diinisiasi oleh Apeksi, ada anak-anak muda yang datang dari seluruh indonesia untuk bersama-sama berkolaborasi dengan para wali kota seluruh Indonesia. Ada Pak Erick Thohir, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno juga," pungkasnya.

Video Terkait