Pasokan Berlebih, Malaysia Kembali Siap Ekspor Ayam

Ilustrasi peternakan ayam. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Senin, 1 Agustus 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian dan Industri Makanan Malaysia Ronald Kiandee, Senin (1/8/2022) menyatakan langkah-langkah yang diambil pemerintah telah berhasil menstabilkan pasokan ayam di negara tersebut. Dihadapan parlemen, ia pun menegaskan Malaysia siap kembali mengekspor ayam karena saat ini pasokan ayam sudah berlebih.

Menurut Kiandee, Malaysia telah menghadapi gangguan produksi ayam beberapa bulan yang lalu tetapi persoalan iru telah diatasi berkat sejumlah kebijakan. Ini termasuk meningkatkan impor dan menghentikan ekspor. “Langkah-langkah tersebut mengakibatkan pasokan ayam saat ini oversupply sehingga harganya turun di bawah harga pagu yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.

"Saat ini, kami mampu memproduksi 106 persen kebutuhan ayam. Ini berarti kami memiliki kapasitas untuk mengekspor ayam dari negara kami," kata Kiandee, seperti dilansir Channel News Asia.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah melarang ekspor hingga 3,6 juta ayam mulai 1 Juni dalam upayanya untuk mengatasi masalah pasokan dan harga ayam di negara tersebut.

Larangan itu muncul setelah keluhan kekurangan pasokan dan kenaikan harga ayam, dengan beberapa pedagang menjual ayam mereka di atas pagu harga untuk menutupi biaya mereka. Dalam mengatasi masalah kenaikan harga ayam, pemerintah telah menetapkan harga pagu baru RM9,40 per kg untuk ayam standar mulai 1 Juli.

Pelaku industri perunggasan Malaysia mendesak pemerintah mencabut larangan ekspor ayam, atau mereka akan kalah di pasar Singapura. Menanggapi larangan ekspor tersebut, Singapura yang mengimpor sekitar sepertiga pasokan ayam dari Malaysia mengumumkan akan membeli ayam dari tempat lain termasuk Indonesia dan Thailand.

Singapura mengimpor sekitar 34 persen pasokan ayam dari Malaysia. Hampir semua ayam dibawa hidup dan kemudian disembelih dan didinginkan secara lokal.

Baca Juga: Pasokan Berlebih, Malaysia Kembali Siap Ekspor Ayam
Mengintip Potensi Gurihnya Usaha Ternak Ayam Kalkun



Pada hari-hari menjelang pelarangan dan setelahnya, permintaan ayam sangat tinggi di Singapura, mendorong kenaikan harga. Beberapa warung nasi ayam juga tutup sementara.

Malaysia mencabut sebagian larangan tersebut dan mengizinkan importir unggas di Singapura untuk kembali membawa ayam hidup dan ayam hitam mulai 14 Juni.

Video Terkait