Kenali Kok Boru, Olahraga Tertua di Turki dengan Berebut Bangkai Kambing

Ilustrasi kambing. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Jumat, 29 Juli 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Derap suara kaki kuda dan sorak-sorai penonton bergema di arena berdebu, para pria berkuda berjuang dan beradu gesit memperebutkan bangkai kambing. Dalam sekejap, bangkai kambing itu pun berpindah tangan dengan cepat di antara para pengendara kuda.

Kegiatan tersebut disebut Kok Boru, salah satu olahraga leluhur tertua orang Turki berusia ribuan tahun dan hingga kini masih dilestarikan. Meski di Turki tidak ada liga profesional Kok Boru, tetapi di desa Ulupamir di provinsi Van timur di mana orang-orang Turki Kirgistan tinggal, olahraga ini berkembang pesat.

Memadukan olahraga dan permainan, tradisi ini dimainkan dengan menangkap bangkai seekor kambing di atas kuda. Hal ini dimainkan antara dua tim, di mana kedua pihak beradu ketangkasan merebut bangkai kambing dan mencetak gol dengan memasukkannya ke gawang lawan.

Kirgistan mendaftarkan Kok Boru untuk Warisan Budaya Takbenda berdasarkan UNESCO pada 2017. Orang Turki Kirgistan, yang pindah dari dataran tinggi Pamir di Afghanistan utara pada awal 1980-an ke distrik Erci di provinsi Van, ingin mewariskan permainan ini kepada generasi mendatang melalui Klub Olahraga Ulupamir Kok Boru yang mereka dirikan.

Wakil presiden klub, Umit Caglar mengatakan bahwa Kok Boru memiliki sejarah lebih dari 5.000 tahun. Dia mengatakan olahraga ini tidak hanya unik untuk Kirgistan dan Kazakh, tetapi juga salah satu olahraga tertua di Turki dan mencatat bahwa komunitasnya membutuhkan dukungan untuk mempromosikan Kok Boru.

Caglar mengatakan Kok Boru, awalnya bernama ulak, dimulai sebagai latihan tempur. "Itu juga dimainkan di masa damai oleh para pejuang, yang akan menunjukkan keahliannya dan (menghibur) di pesta pernikahan," katanya, mengutip Anadolu Agency, Jumat (29/7/2022).

Meskipun olahraga itu sendiri sulit, Caglar mengaku tantangan lain olahraga tradisional ini adalah melatih kuda. Kuda-kuda itu dilatih untuk tidak menggigit dan menendang penunggang ketika jatuh ke tanah.

"Kuda butuh perawatan. Mereka butuh cinta, Kami memiliki banyak anak muda di Ulupamir yang ingin bermain tetapi tidak semua bisa bermain dengan baik. Anda harus belajar banyak,” tambah Caglar.

Baca Juga: Kenali Kok Boru, Olahraga Tertua di Turki dengan Berebut Bangkai Kambing
Mahasiswa IPB University Kenalkan Sistem Olah Limbah Ternak di Desa Kelubir



"Kuda itu harus bertindak selaras dengan Anda. Mereka belajar setelah sekitar satu tahun, mereka belajar tentang sopan santun Anda dalam permainan, tahu kapan Anda akan menjangkau (bangkai) ketika Anda akan berdiri," ujarnya.

Caglar menjelaskan, kuda juga harus diperlakukan dengan baik selama pertandingan. Ia bahkan ingat saat ayahnya tidak mengizinkannya masuk ke rumah selama satu hari setelah melihatnya mencambuk kudanya.

“Anda akan dipandang rendah jika Anda terus-menerus mencambuk kuda. Itulah sebabnya para pemain membawa cambuk di mulut mereka (bukan tangan). Jika Anda memukul kepala kuda dengan cambuk, Anda akan disalahkan. Satu-satunya waktu Anda diizinkan untuk mencambuk kuda adalah jika Anda sedang terburu-buru untuk menghadiri pemakaman atau salat berjamaah," tukasnya. 

Video Terkait