Akibat Wabah PMK, 'Kiamat' Susu Mengancam Indonesia

Susu sapi segar ( Pixabay/ Wolfgang Ehrecke)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Kamis, 28 Juli 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Direktur Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Yusup Munawar menyampaikan produksi susu segar dari sapi perah turun hingga 80 persen akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini penurunan supply susu segar ke Industri Pengolahan Susu mencapai 40 persen per hari.

"Sebelum PMK, kebutuhan susu segar dipenuhi oleh SSDN (Standar yang berasal dari peternak dalam wadah GKSI sebesar 20 persen setara dengan 1.700 ton/hari. Sisanya impor yaitu sebesar 80 persen," ujar Direktur GKSI, Yusup kepada Sariagri, Kamis (28/7).

Berikut rincian dampak PMK pada hewan ternak dan produksi susu, per 24 Juli 2022.

GKSI Jawa Barat

Total populasi: 74.005 ekor
Positif PMK: 26.929 ekor
Potong paksa: 2.039 ekor
Mati bangkar: 1.301 ekor
Produksi susu: turun 30% jadi 320 ton/ hari

GKSI Jawa Tengah

Total populasi: 41.320 ekor
Positif PMK: 5.189 ekor
Potong paksa: 319 ekor
Mati bangkar: 129 ekor
Produksi susu: turun 40% jadi 99 ton/ hari

GKSI Jawa Timur

Total populasi: 162.225 ekor
Positif PMK: 61.555 ekor
Potong paksa: 3.217 ekor
Mati bangkar: 806 ekor
Produksi susu: 30% jadi 875 ton/hari.

"Data ini akan terus berubah (up to date). Perhitungan data di atas berdasarkan peternak yang melapor. Data yang tersaji kemungkinan lebih kecil dibandingkan kondisi real di lapangan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah kerugian peternak akibat wabah PMK, mulai dari depopulasi ternak, peternak kehilangan mata pencaharian, kehilangan aset berupa hewan ternak, pendapatan berkurang karena tingginya biaya pengobatan, peternak beralih profesi lain selain beternak sapi perah hingga peternak tidak mampu membayar cicilan ke perbankan.

"Peternak yang kehilangan ternak berpotensi untuk beralih profesi lain selain beternak sapi perah. Kemudian produksi susu per hari tidak sebanding dengan biaya pengobatan ternak yang terpapar," jelasnya.

Baca Juga: Akibat Wabah PMK, 'Kiamat' Susu Mengancam Indonesia
Kemenkop UKM Gaet Nestle Tingkatkan Kemitraan Peternak Susu Sapi

Selain itu, Yusup juga memberi usulan kepada pemerintah untuk mengatasi persoalan ternak akibat wabah PMK.

1. Penyegeraan Pengadaan Vaksin

Penyegeraan vaksin kedua serta Booster untuk sapi perah sehat.

2. Bantuan Obat-obatan

Peternak diberikan kemudahan untuk mendapatkan obat-obatan untuk pengobatan PMK

3. Penggantian atau Bantuan ke Ternak Terpapar Maupun Mati Bangkar

Memberikan penggantian berupa sapi perah pengganti, dapat berupa subsidi pengadaan ternak, ataupun penggantian materi kepada ternak yang terpapar PMK

4. Penambahan Petugas Veteriner

Penambahan petugas untuk memaksimalkan penanganan segera kepada ternak yang terkena PMK.

5. Jaminan Kelangsungan Usaha Beternak Sapi Perah

Pemerintah terus mendorong dengan berbagai stimulus, seperti kemudahan akses perbankan, peternak muda, ketersediaan bahan pakan yang berkualitas, termasuk prospek usaha peternakan sapi perah yang masih menjanjikan.

Video Terkait