Ketahui Tanda-tanda Kambing Birahi agar Mudah Dikawinkan

Ilustrasi kambing. (Foto: Unsplash)

Penulis: Triana, Editor: Tanti Malasari - Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Sebagai peternak kambing, hal yang lazimnya dilakukan para peternak adalah mengawinkan kambing ternaknya. Tentunya dalam mengawinkan kambing tidak selalu berjalan mulus.

Ada juga beberapa kasus kegagalan perkawinan kambing. Pastinya kegagalan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Sebenarnya, kegagalan ketika kambing kawin dapat diminimalisir dengan mengoptimalkan beberapa faktor berikut.

Tips Mengawinkan Kambing agar Berjalan Sukses

1. Deteksi kambing betina birahi

Cara pertama yang perlu kamu ketahui adalah dengan mengetahui kambing betina yang akan dikawinkan, apakah sedang birahi atau tidak. Kamu bisa mengetahuinya dengan melepaskan pejantan pada pagi dan sore hari untuk memancing induk betina mengalami birahi, khususnya birahi tenang.

Pada saat proses berlangsung, kamu harus memperhatikan gerak-gerik betina, apakah betina mendekati pejantan atau sebaliknya. Betina yang birahi akan mendekati pejantan.

2. Waktu mengawinkan kambing

Proses perkawinan tidak boleh dilakukan sembarang waktu. Perkawinan baru bisa dilakukan setelah berahi telah terdeteksi. Apabila berahi terdeteksi pada pagi hari, perkawinan bisa dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari, masing-masing satu kali.

Jika kambing terdeteksi pada sore hari, perkawinan bisa dilakukan pada sore, pagi, dan siang hari masing-masing satu kali.

3. Menjaga kondisi induk agar siklus berahi teratur

Untuk mendukung kambing yang akan kawin, kamu perlu menyiapkan pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Hal ini karena kambing yang siap kawin tidak boleh diberikan pakan berlebihan karena dapat menyebabkan kegemukan/penimbunan lemak.

Kondisi tersebut dapat menghambat proses reproduksi, begitu pula sebaliknya. Pada beberapa kasus sering dijumpai induk yang kegemukan sulit berahi.

Selain itu, induk juga perlu dimandikan secara rutin dua kali seminggu, kemudian dijemur dan digembalakan di dalam kandang umbaran. Hal tersebut berfungsi agar otot-otot induk tidak kaku dan menjaga agar sistem persyarafan dalam kondisi normal.

Baca Juga: Ketahui Tanda-tanda Kambing Birahi agar Mudah Dikawinkan
Unik, Karapan Kambing Berhadiah Rp60 Juta di Madura

4. Merawat pejantan

Bukan hanya induk betina yang perlu dijaga, induk pejantan juga harus dirawat dengan benar agar kondisinya prima. Berikan pakan berkualitas baik dalam jumlah tepat.

Selanjutnya, gembalakan dan jemur setiap harinya. Induk pejantan bisa diberikan jamu setiap selesai kawin agar kondisi tetap prima. Apabila kamu menemukan sesuatu yang bersifat abnormal, segera minta bantuan paramedis atau dokter hewan setempat.

Video Terkait