Di Negara Ini, Miliki Hewan Peliharaan adalah Hal Kejahatan

Ilustrasi anjing. (Pixabay)

Editor: Putri - Selasa, 19 Juli 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Kepolisian di Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa membawa anjing berjalan-jalan di taman adalah kejahatan. Larangan itu dibenarkan sebagai tindakan untuk "melindungi keselamatan publik."

Aturan tersebut buntut dari RUU Perlindungan Hak Publik terhadap Hewan. Nantinya jika sudah disahkan, akan membatasi kepemilikan hewan peliharaan secara menyeluruh.

Mengutip laporan BBC, Selasa (19/7/2022), berdasarkan RUU tersebut, kepemilikan hewan peliharaan akan tunduk pada izin yang dikeluarkan oleh komite khusus.

Selain itu akan ada denda minimum sekitar 800 dolar AS untuk "impor, pembelian dan penjualan, transportasi dan pemeliharaan" berbagai hewan, termasuk hewan peliharaan umum seperti kucing, kura-kura dan kelinci.

"Perdebatan seputar RUU ini dimulai lebih dari satu dekade lalu, ketika sekelompok anggota parlemen Iran mencoba mempromosikan undang-undang untuk menyita semua anjing dan memberikannya ke kebun binatang atau meninggalkan mereka di padang pasir," kata Dr Payam Mohebi, presiden Asosiasi Dokter Hewan Iran dan penentang RUU tersebut.

"Selama bertahun-tahun, mereka mengubah ini beberapa kali dan bahkan membahas hukuman fisik bagi pemilik anjing. Tapi rencana mereka tidak berhasil," tambahnya.

Memelihara anjing selalu menjadi hal biasa di daerah pedesaan Iran. Tetapi hewan peliharaan ini juga menjadi simbol kehidupan perkotaan di abad ke-20.

Iran adalah salah satu negara pertama di Timur Tengah yang mengesahkan undang-undang kesejahteraan hewan. Pada 1948, pemerintah Iran mendanai lembaga untuk meningkatkan hak-hak hewan. Bahkan keluarga kerajaan Iran memiliki anjing sebagai hewan peliharaan.

Tapi Revolusi Islam 1979 mengubah banyak aspek kehidupan bagi orang Iran dan anjing. Anjing dianggap najis dan di mata rezim baru, anjing merupakan simbol westernisasi.

"Pasukan polisi menangkap orang-orang yang membawa anjing mereka jalan-jalan atau bahkan saat hanya berada di dalam mobil berdasarkan interpretasi mereka tentang apa yang bisa dilihat sebagai simbol westernisasi," kata Dr Ashkan Shemirani, seorang dokter hewan. 

Kesengsaraan ekonomi Iran setelah bertahun-tahun atas sanksi Barat juga berperan dalam RUU hewan tersebut. Pihak berwenang melarang impor makanan hewan selama lebih dari tiga tahun sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan cadangan mata uang asing negara itu.

Undang-undang baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk anjing. Kucing juga termasuk dalam daftar hewan yang dilarang, meskipun Iran menjadi tempat kelahiran kucing Persia, salah satu ras paling terkenal di dunia.

Baca Juga: Di Negara Ini, Miliki Hewan Peliharaan adalah Hal Kejahatan
120 Anjing di Cina yang Hendak Dijagal Berhasil Diselamatkan

"Bisakah kamu percaya bahwa sekarang kucing Persia tidak aman di tanah airnya?" kata seorang dokter hewan yang berbasis di Teheran, Iran.

"Tidak ada logika di balik undang-undang ini. Kelompok garis keras ingin menunjukkan tangan besi mereka kepada orang-orang," tukasnya.

Video Terkait