42 Ton Tepung Darah Asal Lampung Diekspor ke New Zealand

Balai Karantina Pertanian Lampung memeriksa dengan ketat komoditas bahan baku pakan ternak berupa blood meal atau tepung darah. (Ist)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 17 Juli 2022 | 14:30 WIB

Balai Karantina Pertanian Lampung memeriksa dengan ketat komoditas bahan baku pakan ternak berupa blood meal atau tepung darah. Komoditas itu akan diekspor ke negara tujuan New Zealand dengan kapal. 

Balai Karantina Pertanian Lampung memeriksa 42.100 Kg atau sekitar 42 ton tepung darah di Tempat Pemeriksaan Terpadu (TPK) Pelabuhan Panjang.

Pemeriksaan dokumen persyaratan, pemeriksaan fisik komoditas dan pengambilan sampel dalam rangka monitoring produk telah dilakukan,” ujar Subkoordinator Karantina Hewan, Karantina Lampung Akhir Santoso dalam keterangan resmi, Sabtu (16/7/2022).

Setelah itu, melalui modul SSm-QC, blood meal dalam dua kontainer itu langsung diterbitkan sertifikat pelepasan karantina, sebagai sarat pengiriman ekspor menggunakan kontainer.

Tepung darah berasal darah sapi yang merupakan limbah hasil ikutan ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dalam bentuk tepung. Pembuatannya melalui proses fisik atau biologi maupun kombinasi keduanya.

Namun, pemanfaatkan tepung darah sebagai pakan ternah tambahan sangat terbatas karena ketidakseimbangan asam aminonya. Karena itu pemanfaatan tepung darah dapat ditingkatkan dengan cara pengolahan. Metode pengolahannya bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu pengeringan, penyerapan, dan fermentasi. 

Sariagri - Dalam sebuah penelitian, metode pengeringan hanya dapat digunakan dalam pakan ternak sebanyak 3-6 persen, sedangkan metode penyerapan dapat meningkatkan penggunaan tepung darah sebagai pakan ternak menjadi 15 persen. Lalu metode fermentasi darah menggunakan mikroorganisme sebagai inokulum dapat memanfaatkan tepung darah sampai 20 persen. 

 

Video Terkait



Baca Juga: 42 Ton Tepung Darah Asal Lampung Diekspor ke New Zealand
Ekspor Pertanian Juni 2022 Tumbuh Impresif, Salah Satunya Tanaman Obat