Pengepul Kulit Hewan Kurban Raup Cuan di Hari Raya Idul Adha

Pengepul kulit hewan ternak. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 13 Juli 2022 | 14:10 WIB

Hari raya Idul Adha menjadi momen paling dinantikan oleh para pencari kulit hewan kurban di Kabupaten Gresik dan Pasuruan, Jawa Timur. Sebab dari hasil mengumpulkan kulit hewan kurban, para pengepul bisa meraup untung berlipat.

Seperti yang diungkapkan Dini, seorang pemborong atau pengepul kulit hewan kurban yang tiap tahun mangkal di jalan Notoprayitno, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Dini menyebutkan kulit ternak hewan kurban baik sapi maupun kambing, didapatkannya dari juru sembelih maupun jagal yang melaksanakan penyembelihan di masjid dan mushola yang ada di sekitar wilayah Gresik.

“Selain berburu dari para jagal dan juru sembelih di masjid-masjid dan mushola, ada juga warga yang datang menawarkan kulit hewan kurban ke tempat saya,” kata Dini kepada Sariagri, Selasa (12/7/2022).

Dari 4 hari membuka stan selama masa penyembelihan idul adha, ia mengaku bisa mengumpulkan ratusan kilogram (kg) kulit hewan kurban aneka corak.

“Ada puluhan karung berisi kulit kambing hingga sapi, selebihnya ratusan kilo menumpuk di pinggir jalan. Sengaja saya biarkan dijemur setelah diberi garam tabur agar tidak membusuk,” tuturnya.

Usaha pengepul kulit hewan kurban yang sudah dijalani 10 tahun ini, diakuinya mendatangkan keuntungan berlipat.

Baca Juga: Pengepul Kulit Hewan Kurban Raup Cuan di Hari Raya Idul Adha
Antimainstream! Pria ini Bersihkan Jeroan Hewan Kurban Pakai Mesin Cuci



“Sebelumnya sempat was-was karena ada wabah PMK. Ternyata tidak berpengaruh, jumlah kulit hewan kurban yang saya dapat tetap melimpah dengan keuntungan berlipat,” aku Dini seraya merahasiakan nominal cuan yang dikantonginya.

Ia merinci untuk kulit hewan kurban jenis kambing atau domba dari masyarakat dihargainya Rp20.000 per lembar. Sedangkan kulit sapi aneka cora, dibelinya dengan harga Rp7.000 per kg.

“Satu lembar kulit kambing kualitas bagus tanpa sobek, saya hargai Rp20.000, namun jika sobek, kulit kambing atau domba hanya laku saya beli Rp5.000. kalau kulit sapi saya belinya timbangan, per kilo Rp7.000,” kata dia.  

Usai dikumpulkan, kulit hewan kurban ini nantinya akan dikirim ke Solo dan Semarang, Jawa Tengah.

“Di sana sudah ada perajin dan pabrik yang siap menampung. kulit hewan kurban ini akan dijadikan aneka barang berbahan kulit seperti pembuatan bedug, rebana, jaket, sepatu, ikat pinggang, dompet dan aneka produk kerajinan berbahan kulit lainnya,” jelasnya.

Berkah rejeki perayaan idul kurban juga dirasakan Mohamad Helmi, pengepul kulit sapi dan kambing, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Helmi mengaku ditengah wabah PMK usaha mengumpulkan kulit sapi dan kambing dari panitia kurban di sejumlah wilayah kota pasuruan mampu mencapai 6 ton lebih.

“Saya juga heran, meski ada wabah PMK, Alhamdulillah dari hari pertama penyembelihan sabtu hingga saat ini bisa mengumpulkan kulit sapi dan kambing mencapai 6 ton lebih. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang mencapai 5,5 ton,” akunya dengan senyum mengembang.

Banyaknya kulit sapi dan kambing yang terkumpul membuat dirinya mampu memenuhi pesanan pabrik dan sejumlah perajin berbahan dasar kulit hewan kurban.

“Kulit hewan kurban ini setiap hari dikirim ke pabrik pengolahan aneka kerajinan berbahan kulit dan para perajin yang ada di sejumlah daerah di Jawa Timur, diantaranya Magetan, Madiun, Malang dan Lumajang,” bebernya.

Helmi mengkua kulit sapi kurban diterimanya dengan harga Rp7.000 per kg. lalu dijual lagi dengan harga Rp12.000 per kg. sedangkan kulit kambing atau domba dibelinya dengan harga Rp10.000 per lembar dan dijual kembali dengan harga Rp20.000.

“Usaha mengepul kulit hewan kurban ini, sepertinya terlihat remeh dan menjijikan. Makanya tidak banyak yang mau bergelut. Namun jangan keliru, dari mengepul ini, saya mampu mendapatkan omzet hingga Rp20 juta,”  tandasnya tanpa bermaksud menyombongkan diri. 

Video Terkait