Tak Ramah Lingkungan, DLH DKI Minta Panitia Kurban Tidak Gunakan Plastik

Petugas menyiapkan wadah besek bambu sebagai tempat daging kurban. (Dok.Antara Foto/Aprillio Akbar/hp)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 8 Juli 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meminta panitia penyaluran daging kurban tidak menggunakan plastik karena tidak ramah lingkungan. Panitia kurban disarankan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti daun pisang, daun talas, daun jati, besek bambu, besek daun kelapa dan besek daun pandan.

"Banyak alternatif pengganti plastik kresek atau plastik sekali pakai, salah satunya bongsang atau keranjang dari anyaman bambu," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat.

Asep menjelaskan penggunaan wadah ramah lingkungan merupakan tindak lanjut Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. 

Dia mengatakan kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alamiah. Selain itu, kantong plastik kresek hitam merupakan hasil dari proses daur ulang plastik bekas pakai yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan.

Dalam proses pembuatannya juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan.

"Kita juga tidak bisa mengetahui penggunaan plastik hitam itu sebelum didaur ulang," kata Asep.

Asep menambahkan, warga dapat membawa wadah sendiri yang terbuat dari bahan ramah lingkungan saat akan mengambil daging kurban. Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan tempat penampungan dan pemotongan hewan kurban.

"Kami minta panitia untuk dapat mengelola limbah setelah pelaksanaan kegiatan kurban," kata Asep.

Baca Juga: Tak Ramah Lingkungan, DLH DKI Minta Panitia Kurban Tidak Gunakan Plastik
Kreatif! Terapkan Salon pada Hewan Kurban, Dagangan Peternak Ludes Terjual



Dari sisi teknis, Kementerian Pertanian RI melalui Surat Edaran Nomor: 03/SE/PK.300/M/5/2022 memberikan panduan kurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah mulut dan kuku (PMK).

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah telah membuat panduan lengkap tentang pemilihan hewan kurban, pengolahan hewan kurban hingga pendistribusiannya.

Video Terkait